h1

Akuisisi Untuk Memonopoli

Desember 10, 2013

Menjadi pengusaha yang hebat dan menguasai pasar memang menjadi tujuan dari orang melakukan usaha, tujuan tersebut akan dilakukan dengan berbagai macam cara. Cara-cara tersebut bisa melalui kartel yang menciptakan hambatan bagi pelaku usaha lain untuk masuk, ada juga yang melakukan dengan cara memangkas harga hingga meminimalkan keuntungan atau malah dengan harga rugi, agar konsumen membeli produknya dan meninggalkan produk pesaing, cara-cara itu sangat jelas melanggar hukum.

Untuk mensiasati cara yang lebih halus dan tidak jelas-jelas melanggar hukum dengan melakukan corporate action seperti Merger dan Akuisisi (Takeover). Cara ini tidak langsung terlihat melanggar hukum akan tetapi pasti terselip niatan untuk menjadi lebih besar dengan cara yang halus.

Merger pasti terjadi dengan perusahaan yang sejenis atau memiliki kegiatan usaha yang sejenis, dimana salah satu perusahaan akan melebur atau bergabung sehingga yang masih berdiri hanya satu baik hasil penggabungan atau perusahaan yang menerima penggabungan. Disini sangat jelas pasti salah satu pesaing akan hilang sehingga pasar akan dikuasai oleh lebih sedikit pelaku usaha.

Akuisisi atau Takeover lebih akan dipilih karena bisa dilakukan kepada perusahaan yang tidak sejenis, dan dengan perpindahan pengendalian pelalu usaha yang melakukan akuisisi akan leluasa mengendalikan perusahaan yang di Takeover untuk mengurangi persaingan atau malah memonopoli.

Akuisisi atau takeover yang berniat mengurangi persaingan atau memonopoli biasanya akan mengubah anggaran dasar sehingga semua keputusan perusahaan berdasarkan arahan atau kebijakan dari perusahaan yang mengambil alih. Ciri lain dari akuisisi yang berniat mengurangi persaingan atau memonopoli yaitu dengan mengakuisisi perusahaan yang kegiatan usahanya menggunakan jasa atau barang perusahaan yang mengakuisisi. Contoh sebuah perusahaan yang memproduksi obat mengakuisisi perusahaan yang kegiatan usahanya sebagai rumah sakit, perusahaan yang mengakuisisi pasti ingin produknya dijual sebanyak-banyaknya oleh rumah sakit tersebut, yaitu dengan cara membuat kebijakan yang menimbulkan hambatan bagi pelaku usaha yang memproduksi obat lainnya, atau dengan memerintahkan bagi dokter yang berada di rumah sakit tersebut untuk meresepkan produk obatnya lebih banyak dari produk lain.

Atau contoh lain sebuah perusahaan yang memproduksi suatu barang mengakuisisi perusahaan retail, sehingga perusahaan yang mengakuisisi dapat membuat kebijakan pembatasan produk lain, atau dengan menempatkan barang dari perusahaan lain pada tempat2 yang jarang atau malah tidak begitu terlihat, atau juga dengan melakukan promo terhadap produknya agar produknya lebih laku dari pada produk perusahaan lain.

Begitulah sebagian cara sebuah perusahaan untuk menjadi besar dengan cara yang kurang baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: