h1

Persekongkolan Jadi Jalan Masuk Terjadinya Korupsi

Februari 23, 2012

Proses pengadaan barang dan jasa pemerintah yang merupakan suatu prosedur bagi pemerintah untuk membeli barang atau jasa yang dibutuhkan pemerintah, kebutuhan barang dan jasa tersebut harus dibeli dengan harga yang wajar dengan kualitas terbaik, oleh karena itulah dilakukan proses tender. Proses tender tersebut merupakan persaingan antara para penyedia barang atau jasa agar barang atau jasa mereka dibeli oleh pemerintah. Proses tersebut tunduk pada peraturan mengenai Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, proses pengadaan tersebut sangat rawan terjadi tindak pidana korupsi.

Banyak kasus tindak pidana korupsi yang tengah ditangani oleh KPK merupakan kasus pengadaan barang dan jasa, contoh saja kasus pembangunan wisma atlit untuk kepentinga perhelatan seagames di Sumatera Selatan, semua itu berawal dari kebutuhan pemerintah untuk membangun wisma atlet, dengan melalui proses tender, akan tetapi dalam proses tender tersebut terjadi tindakan-tindakan yang tidak benar dengan menyuap panitia atau pejabat yang berwenang di instansi tersebut. Tindakan tersebut dilakukan untuk menjadi pemenang dalam tander pembangunan wisma atlet. Tidak hanya kasus tersebut, kasus lain juga banyak yang berhubungan dengan pengadaan barang dan jasa.

Seperti dalam kasus tersebut diatas terdapat kerja sama antara pejabat instansi yang membutuhkan barang atau panitia pengadaan dengan pemenang tender, kerja sama tersebut bukanlah hal yang baik, sebab kerja sama yang terjadi mengurangi atau malah menghilangkan kesempatan bagi pelaku usaha lain untuk menang, dikarenakan tidak melakukan kerja sama. Tujuan kerjasama tersebut sudah lah diketahui yaitu untuk keuntungan pihak tertentu dan diri sendiri, pihak tertentu itu merupakan pihak yang dimenangkan oleh panitia akibat kerja sama tersebut, sedangkan diri sendiri yaitu dirinya si panitia atau pejabat instansi yang membutuhkan.

Untuk mememangkan peserta tender panitia atau pejabat instansi yang membutuhkan barang pasti memiliki kewenangan untuk itu, dengan kewenangannya tersebut lah dengan mudah salah satu peserta tender pasti dapat dimenangkan. Sedangkan bentuk persekongkolan diantara panitia atau pejabat merupakan kerja sama antara panitia atau pejabat instansi dalam pemenangan tender, hal tersebut dapat dimulai dari penetapan kualifikasi peserta tender, penetapan harga, yang terakhir untuk menetapkan pemenang. Indikasi-indikasi persekongkolan dalam proses tender dapat kita lihat dalam pedoman pelaksanaan Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 yang diterbitkan oleh KPPU. Dengan indikasi-indikasi tersebut sudah dapat dipastikan peserta tender dan panitia atau pejabat instansi dapat melakukan persekongkolan yang mengakibat hilangnya persaingan usaha diantara peserta tender. Persekongkolan tersebut disebut dengan persekongkolan vertikal, karena tindakan tersebut dilakukan oleh panitia atau pejabat instansi yang membutuhkan dengan peserta tender, tujuannya untuk memnangkan salah satu peserta tersebut, yang nantinya akan memberikan keuntungan bagi pemenang dan bagi panitia atau pejabat instansi yang bersekongkol tadi.

Persekongkolan baru dapat di tarik menjadi pidana apabila persekongkolan tersebut terbukti, nah sedangkan yang memiliki kewenangan untuk membuktikan persekongkolan bukanlah polisi, kejaksaan atau KPK, akan tetapi ada lembaga yang lebih tepat yaitu KPPU yang berfungsi melaksanakan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999. KPPU harus menyatakan panitia atau pejabat instansi terbukti melanggar ketentuan Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 terlebih dahulu dengan putusan KPPU. Putusan KPPU seharusnya menjadi jalan masuk atau bukti awak terjadinya tindak pidana korupsi, dengan sudah adanya putusan dari KPPU maka tindak pidana korupsi sudah pasti terjadi, pihak kepolisian kejaksaan dan KPK hanya tinggal mencari para tersangka yang terlibat dalam tindak pidana korupsi tersebut.

Saat ini yang masih jadi perdebatan mengenai proses pengadaan proyek E-KTP yang memakan biaya sangat banyak, apakah berani lembaga-lembaga tersebut memeriksa proyek tersebut?

Pengelola link vacancy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: