h1

Flona (Flora & Fauna)

Agustus 15, 2008

Rutin tidak pernah absen, setiap bulan Agustus selalu diselenggarakan sebuah acara yang lebih tepat disebut unjuk kebolehan dari perawat tanaman dan perawat hewan peliharaan, Namun kebanyakan orang sering menyebut dengan Pameran Tanaman hias dan bursa kolektor tanaman atau hewan peliharaan. Tahun ini kembali digelar dengan semarak dibulan Agustus ini, dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki keingintahuan besar atas tanaman baru (sebenarnya tidak baru hanya saja penjual memiliki keterampilan membuatnya hampir seperti spesies baru), walau pun banyak pengunjung hanya untuk melihat-lihat dan tidak membeli, mungkin sebagai penghibur ditengah-tengah kepenatan kota.

Kadal Australia

Kadal Australia

Hewan peliharaan ini merupakan salah satau ketertarikan koletor hewan peliharaan, mereka tidak sungkan-sungkan merogoh kocek sekitar Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratur ribu rupiah). Biaya perawatan yang harus dikeluarkan agar tidak mati pun sangat mahal. Sebenarnya di Indonesia pun memiliki spesies seperti ini, namun jarang sekali menarik kolektor hewan peliharaan.
Landak Putih

Landak Putih

Landak yang sangat di jumpai di habitat aslinya dan sangat mungkin juga bukan berasal dari Indonesia. Salah satu hewan yang dipamerkan dalam pameran ini, memang terlihat tidak seperti landak yang biasa kita temukan di kebun binatang atau penangkaran lain, akan tetapi hewan yang lebih menyerupai tikus ini memang benar-benar landak dan memiliki duri yang benar-benar tajam seperti halnya landak lain, yang membedakan landak ini dengan lainnya hanyalah warnanya tidak gelap dan berduri kokoh, landak ini terlihat lebih imut (sebutan remaja-remaja bila melihat hal yang lucu) dan terlihat lebih bersih dibandingkan dengan landak biasa. Landak ini memang patut dijadikan salah satu koleksi dari kolektor hewan peliharaan, karena sangat unik dan jarang ditemui di habitanya, terlebih di beberapa daerah landak dijadikan salah satu makanan khas daerah, seperti di Tawang Mangu Solo.
Kantung Semar

Kantung Semar

Setelah beberapa Tahun menjadi incaran kolektor tanaman, hingga bertahan beberapa tahun dan dikenal juga memang berhabitat asli dari indonesia terutaman di pedalaman hutan. Tahun ini Kantung Semar tidak lagi menjadi favorit para kolektor tanaman hias, hannya saja masih menjadi daya tarik bagi penggemarnya.
Sebenarnya tanaman ini mampu memperoleh lirikan dari kolektor tanaman, dikarenakan jasa mata pelajaran Biologi (diberikan pada saat kita duduk di bangku SMP dan SMA). Pelajaran tersebut menerangkan tanaman Kantung Semar adalah pemakan serangga, terlepas dari kebenaran hal tersebut, memang nyatanya Kantung Semar memiliki bagian dari daun yang mampu membuat seekor lalat tidak berdaya.

Anggrek

Anggrek

Inilah Bintang yang tidak pernah redup sepanjang jaman, ya bunga ini Tanaman Kebanggaan negara-negara dengan kelebatan hutan hujan tropisnya, biasa disebut dengan Anggrek. Tanaman ini memiliki banyak spesies terutama dikalangan petani yang selalu mengembangkan dan menyilangkan anggrek menjadi tanaman dengan bunga yang eksotis, sehingga diminati oleh berbagai kalangan baik di dalam maupun luar negeri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: