h1

Pendaftaran Tanah

Juni 15, 2011

Pendaftaran Tanah dapat dibagi menjadi dua yang sudah pernah terdaftar atau yang belum terdaftar. Pendaftaran Tanah dapat dilakukan dengan mudah secara sendiri ataupun dengan bantuan PPAT. Untuk melakukan pendaftaran tanah baik sendiri atau dengan perantara PPAT dapat dengan mudah dilakukan dan dengan biaya yang murah, hal tersebut dapat diwujudkan dengan mengetahui dokumen-dokumen apa saja yang diperlukan, serta biaya-biaya yang diperlukan untuk memperlancar pendaftaran tanah. Pendaftaran tanah sangat erat kaitannya dengan komponen pajak, hal ini yang jarang diketahui oleh masyarakat, sehingga menimbulkan persepsi bahwa dalam pendaftaran tanah terdapat biaya yang mahal dan dikenakan pajak yang juga mahal. Untuk mengetahui cara pendaftaran silahkan klik Link dibawah ini.

Pendaftaran tanah pertama kali karena pewarisan.

h1

Penanganan Perkara Persaingan Usaha

April 5, 2011

Abstrak
Penanganan Perkara Pesaingan Usaha merupakan kewenangan tunggal dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Pelaku Usaha dalam perkara persaingan usaha dapat bertindak sebagai Terlapor atau pun menjadi Pelapor akibat terjadinya suatu perbuatan yang menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha tidak Sehat dilarang dan mengakibatkan persaingan Usaha tidak sehat. penanganan perkara persaingan usaha diselesaikan oleh KPPU yang dimulai dari penyelidikan hingga di putuskan mendapat sanksi berupa sanksi administrasi. More

h1

Tarif Tiket Kereta Naik!

Januari 7, 2011

Wah kaget juga mendengarnya tarif kereta ekonomi berbagai jurusan akan naik tepat tanggal 8 Januari 2011, kenaikan tersebut rata-rata antara 500 sampai 8000 rupiah. Untuk kereta ekonomi jarak jauh mengalami kenaikan tarif tiket antara 4000 sampai 8000 rupiah, sedangkan untuk kereta ekonomi jarak dekat sekitar 2000 sampai 4000 rupiah, dan untuk kereta ekonomi JaBoDeTaBek serta Kereta KRL JaBoDeTaBek antara 500 sampai 2000 rupiah.

Menurut PT KAI kenaikan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan sesuai dengan keinginan dari konsumen kereta ekonomi, yaitu antara lain untuk memperbaiki tempat duduk dan toilet di kereta api ekonomi. Dengan kenaikan ini PT KAI akan memiliki dana yang cukup untuk melakukan perbaikan-perbaikan tersebut.

Pelayanan perkeretaapian di Indonesia belum bisa dikatakan baik, karena dari fasilitas kereta ekonomi sangat minim dan tidak nyaman, seperti tempat duduk yang sempit dan keras, kemudian kebersihan lorong kereta yang tidak terawat, terlebih lagi kondisi toilet yang amburadul berbau tidak sedap. Semoga saja dengan kenaikan tarif kereta ekonomi ini akan mengubah semua keadaan tersebut, malah seharusnya lebih baik, yaitu seluruh kereta baik ekonomi, bisnis, ataupun eksekutif menggunakan pendingin ruangan, sehingga akan lebih nyaman.

Posted with WordPress for BlackBerry.

h1

Garuda Tetap Di Dada Ku

Januari 4, 2011

Final Leg kedua yang diselenggarakan di Gelora Bung Karno, sudah terlaksana dengan sukses dan gegap gempita, akan tetapi ada yang kurang yaitu piala yang harus tidak disimpan di Gelora Bung Karno. Ya, Tim Nas Indonesia timendapatkan juara dalam perebutan Piala AFF. Pada leg kedua ini Tim Nas Indonesia yang berjuluk Garuda menang melawan Tim Malaysia yang berjuluk Harimau Malaya, dengan score 2-1, akan tetapi kemenangan itu tidak cukup untuk membawa pulang Piala AFF untuk pertama kali, dengan agregat Tim Malaysia 4 sedangkan Tim Nas Indonesia 2.

Pada awal pertandingan di babak pertama, Tim Nas Indonesia mendapat peluang emas untuk membuat gol pertama dalam pertandingan itu, yaitu mendapat tendangan pinalty, akan tetapi peluang tersebut tidak dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh Firman Utina. Kalau saja penalty tersebut membuahkan gol bukanlah tidak mungkin kita akan membawa pulang piala AFF.

Secara keseluruhan permainan Tim Nas Indonesia sangat hebat dengan semangat berjuang bertanding melawan Tim Malaysia, sehingga membuahkan hasil 2 gol ke gawang Tim Malaysia. Semangat yang diberikan pendukung Tim Nas Indonesia sangat berarti dan sangat membakar semangat Pemain Tim Nas Indonesia, karena Tim Nas Indonesia harus kebobolan terlebih dahulu dengan Gol oleh Safee dari Tim Malaysia. Akhirnya Tim Nas Indonesia meraih kemenanangn di Gelora Bung Karno, akan tetapi kemenangan tersebut tidak mampu membawa Piala AFF. Yup Tim Nas Indonesia selalu menjadi finalis di ajang perebutan Piala AFF, hampir sama seperti Kesebelasan Tim Belanda yang selalu menjadi finalis dalam perebutan Piala Dunia FIFA.

Seharusnya Tim Nas Indonesia mampu merebut Piala AFF, akan tetapi impian tersebut musnah setelah kehilangan konsentrasi pada pertandingan di Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur Malaysia sehingga kebobolan 3 gol, hal itu terjadi setelah insiden laser yang menerpa Penjaga Gawang Tim Nas Indonesia Markus Horizon, tapi menurut Riedl pelatih Tim Nas Indonesia kekalahan bukan karena peristiwa laser, akan tetapi dikarenakan faktor kelelahan pemain sehingga menyebabkan konsentrasi pemain Tim Nas Indonesia berkurang.

Walaupun Tim Nas Indonesia tidak mendapatkan Piala AFF untuk kesekian kalinya, akan tetapi Tim Nas Indonesia tetap menang dan tetap Garuda bertengger di Dada.

Posted with WordPress for BlackBerry.

h1

Garuda Tidak Hanya Bertengger Di Dada

Desember 28, 2010

Garuda besok akan mengepakkan sayapnya kembali dan bersiap menerkam Harimau Malaya dengan cakarnya. Besok lah saatnya Pasukan Garuda akan bertanding melawan Malaysia di Gelora Bung Karno. Setelah dilumat habis oleh harimau Malaya 3-0 di Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, besok waktunya Garuda melupakan kekalahan yang menyakitkan itu. Besok tanggal 29 Desember 2010 merupakan masa depan yang cerah, dan waktunya menunjukkan cakar dengan mencetak gol lebih dari 4, seperti yang pernah dilakukan pada saat babak penyisihan.

Pelatih Indonesia Alferd Riedl, Firman Utina dan kawan-kawan telah mempersiapkan metal untuk pertandingan esok hari, dan ia tidak meragukan kondisi mental pemainnya. Pelatih telah mempersiapkan dengan membenahi pertahanan Tim Nas Indonesia yang begitu rapuh pada saat bertanding di Bukit Jalil, serta mempersiapkan agar pemain lebih berani untuk melakukan serangan.

Akhirnya Nurdin Halid menyadari kalau pemain membutuhkan motivasi lebih, bukan sekedar hanya sowan kesana-sini, hal itu dengan dimintanya Andri Wongso untuk memotivasi pemain Tim Nas Indonesia yang terpuruk di Bukit Jalil. Motivasi juga banyak dipompa oleh pendukung atau suporter Tim Nas Indonesia melalui berbagai macam media, terbukti banyak suporter yang datang di Lapangan ABC Gelora Bung Karno untuk melihat Tim Nas Indonesia berlatih. Selain itu juga suporter menyemangati melalui situs mocro blogging Twitter, situs Jejaring sosial Facebook, seperti yang ditulis oleh Bambang Pamungkas dan Irfan Bachdim dalam Twitter mereka.

Para miliser pun tidak mau kalah dengan menyerbarkan semangat di milis masing-masing komunitas, dengan mengandaikan pertandingan perebutan Piala Liga Champion anatar AC Milan berhadapan dengan Liverpool, yang pada waktu itu Liverpool tertinggal 3 gol, akan tetapi dalam 45 menit babak kedua dapat melesakkan 3 gol, sedangkan Tim Nas Indonesia memiliki waktu 90 menit hanya untuk melesakkan 4 gol atau minimal 3 gol tanpa balas. Hal tersebut merupakan tugas yang amat berat bagi Tim Nas Indonesia, maka diperlukan motivasi dan semangat yang tinggi.

Dengan dukungan suporter yang begitu besar, kita harus yakin bahwa Indonesia Bisa memenangkan pertandingan besok dan menciptakan sejarah di AFF, serta dapat menjadi modal bagi PSSI untuk lebih meningkatkan mutu Tim Nas Indonesia agar juga mampu bertanding lebih baik di Piala Asia, tidak perlu muluk-muluk untuk sampai Piala Dunia, cukup masuk 8 besar atau semifinal Piala Asia.

AYO INDONESIA BISA TUNJUKAN SEMANGAT MU

Posted with WordPress for BlackBerry.

h1

Ketentuan Persaingan Yang Tidak Pernah Dilaksanakan

Desember 27, 2010

Sudah 11 tahun kita memiliki peraturan mengenai persaingan usaha tidak sehat, yaitu diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Selama 11 tahun itu sampai saat ini ada ketententuan dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999 yang belum terlaksana yaitu ketentuan yang diatur dalam Pasal 48 mengenai ketentuan pidana terhadap Pasal 4, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 11, Pasal 12, Pasal 13, Pasal 14, Pasal 16, Pasal 17, Pasal 18, Pasal 19, Pasal 25, Pasal 27, Pasal 28, Pasal 5, Pasal 6, Pasal 7, Pasal 8, Pasal 15, Pasal 20, Pasal 21, Pasal 22, Pasal 23, Pasal 24, Pasal 26, dan Pasal 41. Serta ketentuan dalam Pasal 49 juga tidak pernah dilaksanakan yaitu tentang pidana tambahan terhadap Pasal 48 yang merujuk pada Pasal 10 KUHAP.

Dengan merujuk pada Pasal 48 dan Pasal 49 tersebut, seluruh perbuatan atau tindakan yang dilarang oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 merupakan perbuatan pidana. Dalam penjelasan pun sudah jelas bahwa untuk melaksanakan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 dibentuk Komisi Pengawas Persaingan Usaha yang berwenang untuk mengawasi pelaku usaha dan menjatuhkan sanksi administrasi, sedangkan untuk sanksi pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48 dan Pasal 49 merupakan wewenang dari pengadilan. Penjelasan Umum Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 menerangkan bahwa seluruh perbuatan atau tindakan yang dilarang tidak hanya dapat dikenakan sanksi administrasi saja, sehingga sanksi administrasi yang dijatuhkan oleh KPPU tidak menghilangkan unsur pidana dari perbuatan atau tindakan yang dilarang. Jadi seharusnya ketika terjadi perbuatan yang dilarang, maka KPPU melakukan penyelidikan, kemudian diperiksa dalam pemeriksaan pendahuluan dan dilanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan oleh KPPU sehingga menghasilkan putusan dengan sanksi administrasi, apabila dinyatakan melanggar. Hasil penyelidikan oleh KPPU seharusnya diteruskan kepada penyidik yang dalam hal ini adalah Polisi untuk melakukan penyidikan terhadap unsur pidana yang ada, yang kemudian dapat dituntut di Pengadilan oleh penuntut umum (Jaksa). Putusan bagi pelaku usaha yang melakukan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999, dapat dijatuhi hukuman baik sanksi administrasi oleh KPPU dan sanksi Pidana oleh Pengadilan.

Akan tetapi dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 terdapat ketentuan yang tidak sejalan dengan maksud dan tujuan dalam Penjelasan Umum, yaitu ketentuan dalam Pasal 44 ayat (4) yang mengatur bahwa KPPU menyerahkan kepada Penyidik untuk diperiksa unsur pidana apabila pelaku usaha tidak melaksanakan putusan, dan penyerahan berkas ke penyidik merupakan berkas putusan, dalam hal ini sudah ada putusan mengenai sanksi administrasi dan putusan KPPU tersebut tidak dimintakan keberatan kepada Pengadilan Negeri sesuai ketentuan Pasal 44 ayat (2) dan ayat (3). Ketentuan untuk menyerahkan kepada penyidik dalam Pasal 44 ini bukan dikarenakan pelaku usaha melanggar ketentuan pidana dalam Pasal 48 dan Pasal 49, akan tetapi disebabkan oleh tidak dilaksanakannya putusan KPPU yang memuat sanksi administrasi, seharusnya apabila pelaku usaha tidak melaksanakan putusan, maka dikenakan sanksi tambahan, jadi putusan haruslah memuat sanksi administrasi oleh KPPU dan putusan yang memuat sanksi pidana oleh Pengadilan, kemudian bila sanksi administrasi tidak dilaksakan akan terkena sanksi pidana tambahan sesuai yang diatur dalam Pasal 49.

Selain itu dalam Pasal 41 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 menentukan apabila pelaku usaha menolak memberikan informasi yang diperlukan dalam rangka penyelidikan dan atau pemeriksaan, atau menghambat penyelidikan dan atau pemeriksaan, KPPU dapat menyerahkan kepada penyidik. Dalam ketentuan ini perbuatan yang diserahkan ke Penyidik merupakan perbuatan yang melanggar ketentuan lain bukan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 sesuai yang diatur dalam Pasal 48 dan Pasal 49.

Jadi ketentuan untuk menjerat pelaku usaha yang melanggar Undang-Undang 5 Tahun 1999, disebabkan oleh menghambat penyelidikan dan atau pemeriksaan sebagaimana diatur dalam Pasal 41, dan disebabkan oleh tidak dilaksanakannya putusan KPPU yang memuat sanksi administrasi sebagaimana diatur dalam Pasal 44. Sehingga Pasal 48 dan Pasal 49 tidak akan pernah terlaksana.

Posted with WordPress for BlackBerry.

h1

Cafe BNPB

Desember 27, 2010

Cafe ini sangat membantu bagi seluruh pegawai yang bekerja di lingkungan gedung Sekretaris Negara di Jalan Juanda No. 36 Jakarta Pusat. Dilingkungan gedung Setneg tersebut berdiri 3 lembaga negara yaitu BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha), dan Komisi Ombudsman. Ketiga lembaga negara tersebut memiliki peran yang sangat penting bagi negara dan masyarakat dalam bidang yang berbeda-beda. Nah, untuk melengkapi ketiga lembaga negara tersebut berdirilah cafe sederhana yang sangat dibutuhkan.

Namanya memang cafe karena fungsinya memang untuk minum-minum tapi bukan minuman yang dilarang seperti minuman keras atau miras, minuman disini bervariasi yaitu dari kopi hingga softdrink, yang pasti sangat berguna untuk ngopi bagi para pegawai ketiga lembaga negara tersebut. Jangan dikira cafenya sangat bagus seperti starbuck atau cafe beans, tapi disini cafenya sangat fungsinal dan digemari oleh pelanggan setianya. Bentuk cafenya hanya dengan gerobak sederhana yang mampu menampung minuman sacetan dan minuman botol softdrink, serta banyak barang lain seperti rokok yang bisa diecer pembeliannya.

Inilah sebenarnya kekuatan ekonomi bangsa kita yaitu pedagang tradisional dan berbentuk kaki lima, akan tetapi selalu menjadi musuh bagi pemerintah daerah. Tindakan tersebut dilakukan dengan menggusur para pedagang kaki lima yang ada. Ini saya kasih fotonya ya.

cafe bnpb

cafe bnpb

Posted with WordPress for BlackBerry.

h1

Sementara Kalah

Desember 26, 2010

Setelah berjibaku dan bertempur habis-habisan akhirnya Timnas Indonesia harus mengaku kalah dari Tim Malaysia. Selama perjalanan Piala AFF 2010 dalam babak penyisihan Tim Nas Indonesia selalu melibas lawannya, puncaknya ketika Tim Nas Indonesia mampu mengalahkan Tim Philipina dalam 2 leg, sedangkan pertandingan malam ini di Bukit Jalil Stadion Nasional Kuala Lumpur Tim Nas Indonesia mengalami antiklimaks dengan tunduk dari Tim Malaysia 3-0 tanpa balas. Banyak faktor yang menyebabkannya terutama terlihat Tim Nas Indonesia tidak berkonsentrasi penuh dalam pertandingan tersebut, hal itu terbukti dengan gol pertama dan gol kedua Tim Malaysia.

Sebelum Tim Nas Indonesia berangkat ke Kuala Lumpur, banyak acara yang harus dihadiri oleh para pemain, seperti yang sering diberitakan yaitu ke acara istigosah, acara ramah tamah di ketua umum Partai di Indonesia dan masih banyak acara lain seperti wawancara. Hal-hal itu pulalah yang menyebabkan pemain kelelahan, sehingga mengakibatkan berkurangnya konsentrasi pada saat pertandingan. Kesalahan tersebut harus dibayar mahal karena gawang Indonesia harus kebobolan tiga gol tanpa dapat membalas.

Salut terhadap Pemain-pemain Tim Nas Indonesia yang bermain dengan penuh semangat, walau kelelahan tetap menunjukkan semangat juang yang hebat dan tidak ingin mengecewakan pendukung yang telah mendukung dengan setia. Hal tersebut terbukti dengan beberapa aksi dari Arif Suyono dan Irfan Bachdin yang selalu hampir membuat gol. Kalau saja konsentrasi dan stamina pemain masih dalam kondisi yang fit maka mungkin Tim Nas Indonesia akan mencetak gol dan memperkecil kekalahan.

Tidak sportif sepertinya ditunjukkan oleh pendukung Tim Malaysia karena ada sorotan laser yang mengganggu konsentrasi penjaga gawang, begitu pun pada saat protes ada kembang api yang meluncur ke arah lapangan, padahal dalam aturan international untuk penyelenggaraan sepak bola hal tersebut dilarang, kita nantikan apa reaksi dari AFF apakah akan memberikan sanksi atau tidak. Memang hal itu bukan faktor utama kekalahan, akan tetapi merupakan pemicu hilangnya konsentrasi Pemain Tim Nas Indonesia yang tertekan dengan dukungan suporter tuan rumah.

Untuk apa disesali masih ada leg kedua yang akan digelar di Stadion Utama Bung Karno. Semoga saja suporter Tim Nas Indonesia dapat bertingkah lebih dewasa dengan tidak membawa laser dan kembang api ke dalam stadion, Dan bagi para Pemain Tim Nas Indonesia dapat lebih berkonsentrasi. Tugas berat yang harus diemban yaitu harus menang 4-0 atas Tim Malaysia, hal tersebut memerlukan konsentrasi yang mantap.

AYO SEMANGAT GARUDA ……… KAMI MENDUKUNG MU

Posted with WordPress for BlackBerry.

h1

Garuda Di Dada Ku

Desember 26, 2010

bonek

bonek

Garuda di dada ku frasa ini sangat populer saat ini, mungkin kalau di tanya frasa paling populer tahun ini, orang pasti akan menjawab “garuda di dada ku”, inilah bentuk dukungan fanatik dari suporter Kesebelasan Indonesia di Piala AFF tahun ini. Tidak kurang-kurang dukungan suporter terhadap kesebelasan Indonesia, sampai para suporter datang ke Malaysia untuk mendukung. Tidak terkecuali Bonek yang juga berbondong-bondong ke sana untuk mendukung Kesebelasan Garuda. Seperti dalam gambar.

Semoga selama disana pemain Indonesia tidak berbuat hal-hal yang mengakibatkan merugikan mereka sendiri. Hal-hal tersebut akan mengecewakan sekali bila dilakukan oleh pemain atau tim pelatih, Seperti yang dilakukan oleh pelatih Philipina di sebuah club malam di Jakarta waktu pertandingan semifinal Piala AFF (lihat gambar).

Garuda di dada ku
Garuda kebanggaan ku
Ku yakih hari ini pasti menang

Dengan menyandang garuda yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia di dada, dengan kebanggan itu harusnya kesebelasan Indonesia punya keyakinan untuk menang. Tunjukan kalau Indonesia lebih hebat dari lawannya.

Saat ini di stadion National Kuala Lumpur sesuai dengan pandangan mata riuh dukungan Indonesia yang membuat seluruh stadion mendengung. AYO BUAT LAH BANGGA GARUDA DI DADA MU.

Posted with WordPress for BlackBerry.

h1

Garuda di Dada Ku

Desember 26, 2010

Garuda di dada ku frasa ini sangat populer saat ini, mungkin kalau di tanya frasa paling populer tahun ini, orang pasti akan menjawab “garuda di dada ku”, inilah bentuk dukungan fanatik dari suporter Kesebelasan Indonesia di Piala AFF tahun ini. Tidak kurang-kurang dukungan suporter terhadap kesebelasan Indonesia, sampai para suporter datang ke Malaysia untuk mendukung. Tidak terkecuali Bonek yang juga berbondong-bondong ke sana untuk mendukung Kesebelasan Garuda. Seperti dalam gambar.

Semoga selama disana pemain Indonesia tidak berbuat hal-hal yang mengakibatkan merugikan mereka sendiri. Hal-hal tersebut akan mengecewakan sekali bila dilakukan oleh pemain atau tim pelatih, Seperti yang dilakukan oleh pelatih Philipina di sebuah club malam di Jakarta waktu pertandingan semifinal Piala AFF (lihat gambar).

Garuda di dada ku
Garuda kebanggaan ku
Ku yakih hari ini pasti menang

Dengan menyandang garuda yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia di dada, dengan kebanggan itu harusnya kesebelasan Indonesia punya keyakinan untuk menang. Tunjukan kalau Indonesia lebih hebat dari lawannya.

Saat ini di stadion National Kuala Lumpur sesuai dengan pandangan mata riuh dukungan Indonesia yang membuat seluruh stadion mendengung. AYO BUAT LAH BANGGA GARUDA DI DADA MU.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.